Tampilan Terburuk Leicester City di Musim ini

Tampilan Terburuk Leicester City di Musim ini

Club yang musim lalu berhasil meraih Trofi Liga Primer League yaitu Leicester City seperti belum puas menorehkan rekor-rekor buruk musim ini setelah menelan kekalahan saat melawan Swansea City. Rasanya belum lama publik melihat pesta juara Leicester saat memenangi Premier League musim lalu dengan mengangkangi tim-tim besar serta jadi klub terproduktif ketiga setelah Manchester City (71 gol) dan Tottenham Hotspur (69 gol).

Leicester CIty
Namun ketika tahun 2017 baru memasuki Februari atau setengah lebih musim 2016/2017 berjalan, segalanya berubah 180 derajat untuk Leicester. Bukannya bertarung di papan atas mempertahankan gelar juara mereka, Tetapi mereka mala terpuruk di musim ini dengan tidak bisa bermain maksimal dan tidak bisa bersaing dengan club-club besar lainnya. Dengan kekalahan mereka dengan Swansea City 0-2 mereka saat ini lebih dekat dengan zona degradasi, kepurukan di musim ini yang di rasakan oleh Leicester City bisa di bilang hampir sama dengan Chelsea pada era Jose Mourinho yang baru saja meraih gelar juara Liga Primer League mereka juga harus memulai laga paling bawah yang akhirnya Mourinho di pecat oleh Club Chelsea dan pindah ke Manchester United.

Kekalahan dari Swansea adalah kekalahan kelima beruntun Leicester yang menjadikan mereka juara bertahan Premier League pertama yang melakukannya. Ada lagi rekor buruk yang dibuat Leicester, yakni juara bertahan pertama yang tak mampu bikin gol di enam laga beruntun. Terakhir kali Leicester bikin gol adalah saat menang 1-0 atas West Ham United di laga penutup tahun. Makin menambah pilu Leicester adalah mereka jadi tim dengan jumlah poin terendah di empat divisi sepakbola Inggris di tahun 2017 ini. Hanya satu poin yang didapat, sama dengan pencapaian Aston Villa, Coventry, dan Leyton Orient.

Tidak banyak membeli pemain dan mereka juga di sibukan dengan beberapa laga besar terutama Liga Champions karena lolos sebagai club Juara membauat Ranieri agak bingung untuk mengurus pemain maupun skuat utama mereka saat ini. Tetapi Ranieri berharap kalau dirinya masih bisa di percaya di The Foxs musim depan agar mereka bisa memulai laga dengan baik.

You May Also Like